Semangat Ramadhan!

24 08 2009

Marhaban ya Ramadhan!!!

Bulan yang penuh pahala dan di buka-nya pintu-pintu surga dan ditutup-nya pintu menuju neraka serta dibelenggunya syaithan hendaklah menjadikan kita semangat untuk berbuat kebaikan dalam segala hal. Melaksanakan aktifitas yang sebelumnya bermalas-malasan hendaklah berubah 180 derajat menjadi semangat dalam kebaikan.

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab (mengharap wajah ALLAH) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759, makna "Penuh iman dan Ihtisab' yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya]

Teman-teman kecilku di SD Pelita semoga Allah memudahkan kita dalam kebaikan dan menjadikan pahala bagi kita semua.

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan 1430 H.





Prosesi Jenazah Pak Djalaluddin

19 03 2009

Dokementasi berikut berasal dari rekan kita Panca Darmansyah ketika mengantar Pak Djalaluddin ke alam dunia berbeda dengan kita. Semoga Allah merahmatinya dan menerima segala amal baiknya dan jasanya. Serta diberikan kesabaran dan pahala sabar bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Pagi yang cerah menyambut jenazah beliau.

Read the rest of this entry »





Pak Djalal Telah Meninggalkan Kita, Semoga Allah Merahmatinya

18 03 2009

Innalillahi wa inna ilahi roji’un

Pak Djalal

Pak Djalal

Guru kita, ustadz kita, bapak kita, orang tua kita tercinta, Pak Djalaluddin telah menghembuskan nafas terakhirnya pada hari selasa, 17 Maret 2009 pada pukul 17.50 di Rumah Sakit Fatmawati.

Dengan segala ketulusan hati ini turut berduka atas meninggalnya beliau dari kebersamaan kami di dunia ini. Ucapan rahimahullohu – semoga Allah Ta’ala merahmatinya- mengantar dan menjadikan doa padanya. Kemudian bagi keluarga beliau, istri, anak dan cucu semoga Allah memberikan kesabaran dan pahala atas musibah ini.

Kehidupan beliau adalah sebagai pahlawan. Dalam usianya beliau selalu menghabiskan waktu untuk pendidikan, mengajar, mengayomi dan mengasuh kami. Penyakit yang dialami pada waktu akhir hayat beliau adalah sebagai bentuk menghapusan dosa baginya.

Hikmah dibalik sakit dan musibah diterangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda:

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571)

Kemudian ini adalah telah ditakdirkan oleh Allah Ta’ala.

Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang melainkan dengan izin Allah (QS. At-Taghaabun : 11).

Apabila sakit dan musibah telah menimpa, maka seorang mukmin haruslah sabar dan ridho terhadap takdir Allah Azza wa Jalla, dan harapkanlah pahala serta dihapuskannya dosa-dosanya sebagai ganjaran dari musibah yang menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).

Selamat Jalan Guru Kita, Bapak Kita, Ustadz Kita, semoga Allah merahmatinya dengan segala amal dan jasanya. amiin





NEW DAY TO SUCCESS

12 02 2009

Apa arti sebuah kesuksesan? Apakah kaya harta, popularitas, wajah dan tubuh yang luar biasa tampan dan cantik, atau hanya sebagian orang yang akan bilang sukses adalah kesabaran.

Dahulu, ketika duduk di bangku SD kita tak sadar dianugrahi keahlian alias potensi dalam diri yang sangat besar. Biasanya hanya anak – anak yang pandai, rajin, punya kekuasaan di kelas akan jadi paling popular dan akan dikenang oleh anak-anak lain. Atau mungkin sebaliknya dikenal karena keburukannya, kenakalannya, insiden yang pernah menimpanya atau kejanggalannya. Kemarin saat reuni, beberapa orang di perspektifkan negatif sebagian sangat positif. Pendapat memang tak pernah sama, namanya juga hidup selalu ada pro dan kontra. Semua hanya tersipu malu ketika mengingat tingkah polos mereka. Obsesi anak – anak saat kecil pada tokoh kartun, atlet basket, cinta monyet, peringkat kelas sampai obsesi ingin jadi presiden dan punya lumba – lumba di atas rumah. Semuanya obsesi membuktikan cita-cita mereka ; popularitas, penghargaan, eksistensi dan kekayaan yang semuanya menuju kearah kesuksesan.

Sedih sekaligus senang bertemu dengan teman lama. Beberapa teman, mungkin berubah total kepribadiannya ada yang tetap seperti dahulu. Ada yang malah semakin parah kelakuannya. Sedih karena, hidup itu semakin tua karena mungkin kebanyakan dari kita tak pernah ingat apa yang pernah diajarkan bapak dan ibu guru tercinta tentang semangat hidup, etika, dan agama (tentu saja). Senang karena, ½ dari kita dapat berjumpa kembali dalam keadaan sehat & dilindungi Alloh Ta’ala

Tidak ingin munafik, dunia ini amat cepat berlari, membawa arus yang deras dalam menerjang kehidupan anak manusia. Hukum alam setelah lulus sekolah -paling tidak setelah lulus SMA- sepertinya langsung “kejar tayang’. Kejar tayang karena mereka harus membuktikan cita-cita kami yang akan beranjak tua.

Lalu, seperti apa cita-cita itu akan terlaksana? Tergantung dari individu itu sendiri. Ada yang masih kuliah, ada yang baru lulus belum kerja, ada yang santai-santai saja seolah ‘cuek’ dengan keadaan, ada yang ingin terus berlari mengejar tayang hingga tak tau waktu, ada yang semakin menghargai hidup. Tapi tak  ada yang peduli akan cita-cita mereka setelah bertemu teman lama. Reuni adalah ajang mempererat silaturahmi, ajang berbagi, ajang untuk selalu mengingatkan apa yang pernah terjadi.

Dahulu kita memang masih amat polos, tak mengenal banyak hal di dunia ini. Jalan yang dipilih juga beragam, bewarna, putih, abu-abu, atau hitam. Lalu, bagaimana wajah kita nanti 12 tahun mendatang setelah detik perpisahan saat reuni SD Pelita angkatan 1997. Nanti tahun 2021 nanti? Pernahkah berfikir bagaimana mendidik anak-anak kita agar menjadi manusia yang lebih baik bagi bapak ibu – nya yang pernah bersekolah di SD Pelita tercinta? Kita pastinya akan mencerminkan wajah2 anak-anak kita yang polos saat duduk di bangku dasar. Semoga kita semua anak-anak yang dahulu berseragam putih hijau, putih-putih –kalau pake baju dokter kecil- dan seragam pramuka sukses lahir bathin… jangan lupa, ingat ibu dan bapak guru…

“Creative minds have always been known to survive any kind of bad training” – Anna Freud, psychoanalysis –

Sosial & Media Analyst also Writer @ mass media

Nama pena : Anggie Davey / GTDV

ilustrasi dari sini








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.